Kertas sering dianggap sebagai benda yang aman dan ramah lingkungan karena berasal dari bahan alami seperti kayu. Kita menggunakannya setiap hari untuk menulis, mencetak, membungkus makanan, hingga menerima struk belanja. Namun, muncul pertanyaan yang cukup penting: apakah ada kertas yang beracun? Jika iya, jenis kertas apa saja yang berpotensi berbahaya dan dalam kondisi seperti apa?
Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami tentang potensi racun pada kertas, jenis-jenis kertas yang perlu diwaspadai, kandungan kimia yang mungkin ada di dalamnya, serta cara aman menggunakan kertas dalam kehidupan sehari-hari.
Apakah Kertas Bisa Mengandung Zat Beracun?
Secara alami, kertas yang terbuat dari serat kayu tidak beracun. Namun, dalam proses industri, kertas sering melalui berbagai tahapan tambahan, seperti:
- Pemutihan
- Pelapisan
- Pencetakan
- Pewarnaan
- Daur ulang
Pada tahap-tahap inilah zat kimia tertentu bisa terlibat, dan beberapa di antaranya berpotensi berbahaya jika terpapar dalam jumlah besar atau penggunaan yang tidak sesuai.
Jadi, bukan kertasnya yang beracun, melainkan bahan tambahan atau proses pembuatannya.
Jenis-Jenis Kertas yang Berpotensi Berbahaya
1. Kertas Thermal (Struk Belanja)
Salah satu jenis kertas yang paling sering dibahas dalam isu “kertas beracun” adalah kertas thermal, yaitu kertas yang digunakan untuk struk ATM, kasir, dan mesin EDC.
Kertas ini sering mengandung bahan kimia seperti:
- Bisphenol A (BPA)
- Bisphenol S (BPS)
BPA dikenal sebagai senyawa yang dapat memengaruhi sistem hormon jika terpapar terus-menerus. Karena itu, beberapa negara mulai membatasi atau mengganti penggunaan BPA dalam kertas thermal.
Paparan dari struk biasanya kecil, tetapi kontak berulang dan jangka panjang tetap perlu diwaspadai.
2. Kertas Daur Ulang Berkualitas Rendah
Kertas daur ulang umumnya ramah lingkungan. Namun, pada kualitas tertentu, kertas daur ulang bisa mengandung:
- Sisa tinta cetak
- Logam berat dari pigmen
- Kontaminan dari limbah industri
Jika tidak melalui proses penyaringan yang baik, kertas jenis ini tidak cocok untuk kontak langsung dengan makanan, terutama makanan panas atau berminyak.
3. Kertas Berwarna dengan Tinta Murah
Kertas berwarna cerah atau kertas cetak dengan tinta kualitas rendah bisa mengandung:
- Pewarna sintetis
- Pelarut kimia
- Pigmen tertentu yang tidak food grade
Risiko muncul jika kertas tersebut:
- Digunakan untuk membungkus makanan
- Dikunyah oleh anak-anak
- Digunakan dalam jangka panjang di ruang tertutup
4. Kertas Pelapis (Coated Paper)
Kertas yang dilapisi bahan tertentu agar mengkilap atau tahan air juga perlu diperhatikan. Lapisan ini bisa mengandung:
- Resin sintetis
- Plastik mikro
- Bahan kimia pelapis
Jenis kertas ini umumnya tidak beracun untuk penggunaan normal, tetapi tidak disarankan untuk kontak langsung dengan makanan panas kecuali memiliki label food grade.
Apakah Semua Kertas Berbahaya?
Jawabannya: tidak.
Sebagian besar kertas yang digunakan sehari-hari aman, terutama jika:
- Digunakan sesuai fungsinya
- Diproduksi oleh pabrik dengan standar yang baik
- Memiliki sertifikasi tertentu
Kertas tulis, kertas buku, kertas cetak standar, dan tisu umumnya aman digunakan dalam konteks normal.
Kertas Food Grade: Apa Bedanya?
Untuk kebutuhan makanan, ada kategori khusus yaitu kertas food grade. Kertas ini dirancang agar:
- Tidak melepaskan zat berbahaya
- Aman bersentuhan langsung dengan makanan
- Tidak bereaksi dengan panas atau minyak
Kertas food grade biasanya digunakan untuk:
- Pembungkus makanan
- Kertas roti
- Kertas nasi
- Kemasan makanan cepat saji
Penggunaan kertas non-food grade untuk makanan adalah salah satu kesalahan paling umum.
Bagaimana Dampak Paparan Kertas Berbahaya?
Dalam kondisi normal, paparan dari kertas sangat kecil. Namun, potensi risiko meningkat jika:
- Terjadi kontak terus-menerus
- Digunakan pada anak-anak
- Digunakan untuk makanan panas
- Terpapar melalui kulit dalam waktu lama
Organisasi seperti World Health Organization menekankan bahwa risiko kesehatan sering kali bergantung pada dosis dan durasi paparan, bukan sekadar keberadaan zat kimia itu sendiri.
Apakah Kertas Bisa Beracun Jika Dibakar?
Ya, ini penting untuk diperhatikan.
Membakar kertas, terutama kertas:
- Berlapis
- Bertinta berat
- Mengandung bahan sintetis
dapat menghasilkan asap berbahaya. Asap tersebut bisa mengandung senyawa kimia hasil pembakaran yang tidak baik untuk pernapasan.
Karena itu, membakar kertas sembarangan tidak disarankan, terutama di ruang tertutup.
Peran Industri dalam Mengurangi Risiko
Industri kertas modern, termasuk di Indonesia, semakin memperhatikan aspek kesehatan dan lingkungan. Banyak pabrik kini:
- Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya
- Mengembangkan kertas bebas BPA
- Menerapkan standar keamanan produk
Produsen besar juga mengikuti standar internasional agar produk kertas aman digunakan masyarakat luas.
Tips Aman Menggunakan Kertas Sehari-hari
Agar terhindar dari potensi risiko, berikut beberapa tips sederhana:
- Jangan gunakan kertas struk untuk membungkus makanan
- Gunakan kertas berlabel food grade untuk makanan
- Cuci tangan setelah memegang banyak struk thermal
- Hindari membakar kertas berlapis atau bertinta
- Jauhkan kertas tertentu dari jangkauan anak kecil
Langkah-langkah ini bersifat pencegahan ringan, bukan karena kertas selalu berbahaya.
Apakah Kertas Lebih Aman Dibanding Plastik?
Dalam banyak konteks, kertas dianggap lebih ramah lingkungan dibanding plastik. Namun, dari sisi keamanan:
- Keduanya bisa aman jika digunakan sesuai fungsi
- Keduanya bisa berisiko jika disalahgunakan
Kuncinya bukan pada bahannya semata, tetapi cara penggunaan dan kualitas produksi.
Kesimpulan: Apakah Ada Kertas yang Beracun?
Ya, ada jenis kertas tertentu yang berpotensi mengandung zat berbahaya, terutama kertas thermal, kertas daur ulang berkualitas rendah, dan kertas dengan tinta atau pelapis tertentu. Namun, sebagian besar kertas yang kita gunakan sehari-hari aman jika digunakan sesuai peruntukannya.
Kertas pada dasarnya bukan benda beracun. Risiko muncul dari bahan tambahan, proses industri, dan cara penggunaan yang tidak tepat. Dengan pemahaman yang benar dan penggunaan yang bijak, kertas tetap menjadi salah satu material paling berguna dan relatif aman dalam kehidupan modern.
Kesadaran inilah yang penting, bukan ketakutan berlebihan.